SEMARAK TAHUN BARU HIJRIYAH DI PESANTREN

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman suku dan agama. Masing-masing suku dan agama mempunyai kebudayaan yang beragam. Selain adat tradisi, keberagaman juga muncul dalam berbagai macam aspek kehidupan social, ekonomi, dan budaya. Salah satu momen yang sering kita rayakan dan menjadi hari libur nasional adalah tahun baru. Beberapa tahunn baru yang familiar adalah tahun baru masehi, hijriyah, dan imlek. Tahun Baru Masehi secara universal diperingati oleh masyarakat Dunia. Tahun Baru Imlek juga diperingati oleh mayoritas masyarakat Tionghoa. Begitu juga Tahun Baru Hijriyah yang diperingati oleh seluruh umat Islam di Dunia.

Peringatan Tahun Baru Hijriyah tidak berbeda dengan Tahun Baru Masehi, Imlek, dan lainnya. Bahwa peringatan tersebut merupakan representasi simbolik atas rasa syukur dan moment mengenang masa lalu dan menggantungkan harapan masa depan. Cita-cita, mimpi, selalu menjadi harapan utama di Tahun Baru.

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah, Saya ingin berbagi semarak peringatan Tahun Baru Hijriyah yang di adakan di Pondok Pesantren Darul Ulum. Tujuannya ingin mengenalkan kehidupan Pondok Pesantren yang harmonis, toleran, dan terbuka, kepada seluruh masyarakat Indonesia dan Dunia. Harapannya mampu membangun pandangan bahwa Islam yang dikembangkan dipesantren bukanlah Islam marah tapi ramah.

Saya memilih Darul Ulum karena sebagai alumni dan sekarang mengabdi di sana. Selama menuntut ilmu dan mengabdi, saya menemukan sebuah kehidupan yang berbeda dari banyak pandangan yang ada dimasyarakat terutama masyarakat Barat yang mengatakan bahwa pesantren itu tertutup, kolot, dan anti modernisme.

Pondok Pesantren Darul Ulum terletak di kecamatan peterongan Kabupaten Jombang. Terletak pada jalur utama Jombang Surabaya, sekaligus dilewati Jalur selatan kereta api. Berbeda dengan pondok pesantren salafi, di PP Darul Ulum menganut sistem pesantren modern, dimana ilmu agama dan ilmu umum wajib dipelajari oleh para santri. Aplikasi tersebut termuat dalam moto “berotak London, berhati Masjidil Harom”.

Semangat Kebersamaan

Pada tanggal 24 oktober 2014 tepatnya haru Jum’at Pondok Pesantrean Darul Ulum mengadakan pawai yang di ikuti oleh mayoritas Santri Darul Ulum. Pawai ini merupakan bagian dari perayaan menyambut Tahun Baru Hijriyah yang dikemas dalam sebuah even porseni. Tema porseni sendiri adalah “Menggali Bakat, Memupuk Prestasi Dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Hijriyah 1436 H”. Tema ini terisnpirasi dari sebuah pepatah “Mensana in Corporisano” bahwa santri Darul Ulum diharapkan menjadi santri yang tangguh secara jasmani dan rohani. Dalam ajang porseni melombakan berbagai macam cabang olahraga dan perlombaan yang terkait dengan pengetahuan agama. Dari keterangan panitia ada sekitar 16 cabang perlombaan.

Pawai berlangsung semarak dan menarik, melibatkan 15 Unit Pendidikan yang ada di PP Darul Ulum mulai dari SD-SMA. Setiap Unit Pendidikan diberi kebebasan untuk menampilkan atraksi sekreatif mungkin. Salah satu penampilan yang cukup memukau adalah Drum Band. Hamper setiap Unit Pendidikan menampilkan pertunjukan Drum Band yang atraktif dan memukau. Gebyar bunyi drum band seperti membangkitkan rasa nasionalisme. Selain itu, beberapa Unit Pendidikan menampilkan kreatifitas melalui konstum yang unik. SMK Telkom Darul Ulum misalnya, menampilkan racikan busana yang di buat dari Koran bekas. Busana yang dibuat dengan sedemikian rupa dari bahan Koran tidak kalah cantik dengan busana yang dibuat dari kain. Bahkan beberapa unit yang lain juga menampilkan busana yang dibuat dari barang-barang bekas dari kresek.

Suasan patriotisme juga ditampilkan oleh beberapa unit sekolah. Tim Paskibraka SMA DU I UNGGULAN BPPT melakukan atraksi baris berbaris. Dengan pakaian serba putih dengan tangan memegang tongkat, tegap berdiri, dengan bendera merah putih yang terikat rapi pada tongkat. Suasana nasionalisme juga terasa kental. Beberapa peserta menampilkan keberagamaan Indonesia dengan memakai pakaian adat yang ada di Indonesia. Pandangan yang cukup menarik salah satunya adalah foto presiden yang baru dilantik JOKOWI dan Jusuf Kala yang diarak dalam pawai.
Pawai dipecah ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama kontingen yang seluruhnya adalah wanita. Kelompok kedua seluruhnya adalah kontingen laki-laki. Pembagian ini merupakan dari tradisi pesantren yang selalu menjaga etika kesopanan antara santri laki-laki dan perempuan. Pawai berakhir di lapangan utama Darul Ulum. Disana sudah menunnggu pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum dan wakil Gubernur jawa timur yang akan membuka Porseni X tahun 2014.

Sisi lain pesantren

Mungkin orang tidak banyak tahu atau mungkin sebaliknya, bahwa pesantren mengalami banyak perubahan. Bukan hanya soal sarana dan prasarana, tapi juga soal perspektif. Pesantren bukan lagi lembaga yang hanya mengabdikan diri selurunhnya mempelajari agama, tapi juga membekali para santrinya dengan pengetahuan umum. Pesantren tidak anti terhadap seni tapi justru melibatkan diri secara aktif dalam pengembangan kesenian dengan memberikan kebebasan santrinya mengembangkan daya kreatifitasnya melalui berbagai macam kegiatan kesenian.

Mungkin selama ini kesalah pahaman orang tentang pesantren adalah akibat dari ketidak tahuan mereka tentang kegiatan-kegiatan yang ada di pesantren yang sebenarnya. Pemberitaan yang terus menerus tentang pelaku terorisme yang merupakan alumni pesantren memberikan penilaian negative masyaraka umum tentang pesantren. Pesantren dalam sejarahnya justru memberikan sumbangsih yang cukup besar kepada bangsa Indonesia. ditengah sistem pendidikan colonial yang deskriminatif kepada masyarakat Indonesia pesantren menjadi semacam oase ditengah padang pasir. Memberikan pendidikan yang murah, dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s