Potensi Wisata Waduk Sermo

Review Artikel

Judul: Potensi Wisata Waduk Sermo: Pengembangan dan Kendala Dari Aspek Lingkungan Hidup

Penulis: Sudarmadji dan Widyastuti

Artikel ini secara garis besar menjelaskan tentang potensi yang dimiliki Waduk Sermo sebagai kawasan wisata. Secara spesifik ingin menjelaskan tentang tata cara pengembangan dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi terutama dari aspek lingkungan. Pemilihan objek Waduk Sermo sendiri oleh penulis terkait dengan Waduk Sermo sebagai satu-satunya waduk yang berada di propinsi DIY yang seharusnya menjadi primadona bagi wisatawanan, tapi kenyataannya wisatawan yang datang ke Waduk Sermo ternyata jauh dari harapan.

Dalam kajian pariwisata pengembangan suatu objek wisata akan selalu dihadapkan pada berbagai macam persoalan. Persoalan ini tidak terlepas dari pengembangan suatu objek wisata selalau melibatkan pendekatan multidisiplin ilmu. Dalam pengembangan potensi wisata Waduk Sermo misalnya penulis mencoba mengangkat persoalan kualitas lingkungan terkait dengan pengembangan aspek pariwisata. Kualitas lingkungan di sini terkait dengan kualitas air yang merupakan komponen penting Waduk Sermo. Sebenarnya ada standart yang telah ditetapkan terhadap kualitas air yang digunakan sebagai kawasan wisata terkait dengan keselamatan wisatawan.

Persoalan ini tentu menarik, mencoba melakukan riset terhadap kualitas air yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Pariwisata sebagai sebuah kajian ilmu multidislpin selama ini lebih banyak focus pada aspek ekonomi. Bagaimana pengembangan pariwisata bisa mendatangkan uang dan meningkatakan pendapatan masyarakat. Bagaimana mengelola sebuah objek wisata dan terkait dengan branding dan Sumber Daya Manusia.

Penulis juga mencoba melakukan pendekatan baru dengan melakukan riset pengembangan pariwisata dilihat dari aspek lingkungan. Sejauh mana kegiatan pariwisata ini mempengaruhi kualitas lingkungan fisik. Dalam kasus Waduk Sermo sejauh mana kegiatan wisata ini mempengaruhi kualitas air. Apalagi Waduk Sermo adalah salah satu objek dengan daya tarik sebagai wisata alam dimana kualitas air menjadi sangat penting.

Penulis juga mencoba melakukan pendekatan terhadap unsur-unsur lain seperti lapangan usaha, pendapatan masyarakat yang merupakan unsur utama dalam kegiatan pariwisata. Pendekatan yang dilakukan penulis berusaha mengkombinasikan keduanya, yaitu pendekatan berbasis lingkungan dengan kegiatan berbasis ekonomi.

Pendekatan yang digunakan oleh penulis cukup menarik. Penulis ingin berusaha menjelaskan tentang betapa pentingnya kualitas lingkungan Waduk Sermo terutama air. Untuk mengetahui kualitas air penulis menerapkan metode observasi dan pengambilan sample air untuk kemudian dilakukan ujicoba laboratorium. Dengan begitu akan diketahui kualitas air dan bencana yang mungkin terjadi. Selain itu penulis juga melakukan survey untuk mengetahui sejauh mana masyarakat terkena dampak dari pengembangan wisata Waduk Sermo.

Dari beberapa motode yang digunakan penulis sebenarnya pertanyaan pokok yang ingin dijawab adalah soal potensi yang dimiliki, kualitas air Waduk Sermo, layanan wisatawan, pengaruh kegiatan pariwisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan dampak lingkungan dan resiko pengembangan wisata. Kemudian sejauh mana potensi itu dapat dikembangkan dan kendala apa saja yang mungkin dihadapi. Kendala ini bisa bersifat lingkungan (kualitas air) ataupun tentang persoalan fasilitas dan akomidasi.

Dari hasil penelitian dan pembahasan penulis memaparkan 5 persoalan pokok. Pertama, penulis melakukan analisis terhadap potensi yang dimiliki Waduk Sermo untuk dijadikan wisata alam. Penulis melakukan eksperimen dengan mengambil sample air untuk diteliti di laboratorium. Motode ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air. apakah kualitas air memang cocok dan tidak berbahaya bagi para wisatawan. Langkah ini penting terkait dengan kemungkinan efek yang ditimbulkan dari kualitas air terhadap para wisatawan jika nantinya Waduk Sermo memang akan dijadikan kawasan wisata alam. Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif penulis juga melakukan pengukuran terhadap debit air dari Waduk Sermo.

Metode eksperimen laboratorium cukup kompleks dan rumit. penulis banyak memaparkan soal rumusan zat kimiawi. Penulis menyugukan berbagai macam table reaksi kimia yang cukup kompleks. Ada sekitar tujuh table yang menggambarkan komposisi kimia kualitas air di Waduk Sermo. Bagi orang yang mempunyai baground pengetahuan kimi mungkin tidak akan sulut tapi bagi kalangan yang tidak punya bagraound kimia akan kesulitan untuk memahaminya.

Kedua, penulis membahas soal daya tarik wisata dilihat dari aspek sarana dan prasarana objek wisata alam. Penulis menilai Waduk Sermo mempunyai banyak potensi seperti, kegiatan memancing, tempat untuk rekreasi keluarga. Penulis juga menilai Waduk Sermo sangat potensial untuk kegiatan downhill. Sedangkan aspek sarana dan prasarana penulis menemukan beberapa hal yang menarik. Waduk Sermo mempunyai aksesbilitas yang cukup bagus karena letaknya tidak terlalu jauh dari Jogjakarta. Akomodasi juga cuku mudah karena adanya kendaraan umum menuju ke sana.

Penulis mengidentifikasi adanya kawasan suaka warga margasatwa dan laboratorium alam di pintu gerbang kawasan Waduk Sermo. Keberadaan kawasan ini semakin menguatkan Waduk Sermo sebagai kawasan wisata alam. Dari aspek sarana dan prasana penulis menilai bahwa keberadaan berbagai macam fasilitas seperti bendungan utama, bangunan pelimpah, terowongan pengelak, menara pengambilan, sarana elektik, sarana mekanik, instrumentasi keamanan bendungan, instrumentasi hidrologi dan klimatologi. Selain itu, keberadaan area parker gardu pandang, rest area, masjid, dan beberapa warung makan sangat mendukung keberadaan Waduk Sermo sebagai kawasan wisata.

Ketiga, penulis berusaha menjelaskan tentang layanan terhadap wisatawan. Sayang penulis lebih banyak bercerita tentang data jumlah kunjungan wisatawan di Waduk Sermo. Ada kecenderungan kenaikan jumlah pengunjung dari tahun ketahun. Tapi dari jumlah wisatawan yang datang justru lebih banyak dari luar negari seperti Australia. Analisis tentang kenapa layanan terhadap wisatawan sangat minim tidak jelas sama sekali.

Keempat, penulis menganalisa efek dari pengembangan Waduk Sermo sebagai wisata alam terhadap kesejahteraan penduduk. Penulis mengumpulkan data seperti jumlah warung, area parkir, jasa sewa perahu, homestay, dan desa wisata. penulis menemukan bahwa terdapat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan wisata alam Waduk Sermo. Sebagaian warga terlibat dalam jasa penyewaan perahu, membuka warung, dan menjaga area parker.

Kelima, penulis menganalisa dampak kegiatan wisata Waduk Sermo dan resiko bencana yang mungkin timbul. Dampak lingkungan penulis membaginya menjadi 3 vareable, yaitu sampah, invasive spesies, perubahan social masyarakat. Sedangkan resiko bencana penulis menemukan bahwa terdapat resiko bencana akibat dari letak dan kemiringan Waduk Sermo. Tapi sayang penulis tidak begitu jelas menjelaskan tentang analisis resiko bencana yang lebih spesifik.

Keenam, penulis memberikan sebuah analisis terhadap kondisi Waduk Sermo. Penulis menilai Waduk Sermo memiliki berbagai macam keunggulan seperti, kawasan wisata yang masih bagus, mempunyai aneka ragam budaya yang rutin ditampilkan, sarana dan prasarana yang mendukung, lokasi yang mudah dijangkau, dan campur tangan pemerintah. selain itu penulis juga menemukan beberapa kelemahan seperti, kurangnya promosi. Menurut penulis ke depan Waduk Sermo mempunya peluang untuk menjadi tujuan wisata karena banyaknya kunjungan wisatawan ke Jogjakarta.

Keenam point yang ditulis oleh penulis cukup mampu menjawab potensi yang mungkin dikembangkan di wadukk sermo. Uraian dan analisis yang digunakan oleh penulis cukup detail dan mampu menjelaskan berbagai macam persoalan. Menarik sebuah kesimpulan dan menguraikan point-point yanda dapat dijadikan rekomendasi. Penjelasan yang cukup komprehensif sangat sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan ekoWisata.

Kemudian sejauh mana konklusi yang ditawarkan penulis mampu menajawab persoalan yang diajukan dalam pendahuluan. Penulis manawarkan empat konklusi. Pertama, penulis menilai Waduk Sermo mempunyai potensi menjadi wisata alam, namun penulis menilai belum optimal karena kurangnya fasilitas yang memadai. Kedua, Waduk Sermo mempunyai dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat karena melibatkan masyarakat dalam berbagai macam aktifitas ekonomi seperti, warung, homestays, dll. Ketiga, penulis juga menilai Waduk Sermo juga mempunyai potensi resiko bencana karena kondisi lingkungan perairan. Keempat, kelemahan yang dimiliki Waduk Sermo bisa diubah menjadi peluang. Apalagi Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk yang ada di propinsi DIY. Keempat konklusi tersebut mampu menjelaskan berbagai macam persoalan dan mampu menggali berbagai macam potensi yang dimiliki Waduk Sermoga sebagaimana yang penulis kemukakan di pendahuluan dan abstraksi. Kemudian keempat konklusi tersebut dapat dijadikan rekomendasi untuk meningkatkan kawasan wisata alam Waduk Sermo. Pemerintah dapat menambah fasilitas dan meningkatkan peran serta masyarakat. Tidak kalah penting adalah menjada kualitas air dan lingkungan.

Artikel ini tidak menawarkan ide-ide baru. Pengembangan Waduk Sermo sebagai wisata alam bukan hal baru. Wisata alam merupakan istilah lain dari konsep ekowisata. Konsep pariwisata yang bertanggung jawab, memperhatikan soal lingkungan, suistanable, memberdayakan masyakat. Konsep ekowisata merupakan perkembangan dari perubahan paradigma mass tourism ke wisata minat khusu. Artinya isue-isue yang terkait dengan wisata alam merupakan bukan hal baru. Walaupun ini bukan ide baru tapi apa yang ditawarkan penulis tentang pengembangan wisata alam cukup menarik. Karena selain konsep wisata tapi juga menonjolkan konservasi.

Artikel ini juga mempunyai berbagai macam kelemahan. Dari aspek metodologi tidak singkron dengan pembahasan. Di dalam penjelasan metodologi, salah satu metode yang digunakan adalah survey. Penulis bahkan menjelaskan karakteristik responden berdasarkan umur. Tetapi di dalam penjelasan tidak ditemukan hasil survey dan analisis data survey. Berapa jumlah responden, variable apa saja yang digunakan tidak dijelaskan di dalam pembahasan. Ini merupakan kelemahan yang cukup fatal karena artikel ini merupakan karya ilmiah yang tentu melewati berbagai macam tahapan. Selain itu, di dalam artikel ini lebih banyak pada penjelasan ilmiah tentangn kualitas air.

Kedua, artikel ini mempunyai banyak kelemahan soal data. Penulis banyak mengemukakan data-data tapi tidak disebutkan referensinya. Salah satu contoh dalam pendahuluan penulis mengemukakan fungsi Waduk Sermo. Penulis meneyebutkan 6 fungsi tapi tidak menyebutkan sumbernya. Pada halaman sebelas point resiko bencana penulis menuliskan kemiringan lereng perbukitan menorah sekitar 25% sampai 40% tapi tidak menyebutkan sumber data ini darimana.

Ketiga, soal teknis penulisan. Penulis banyak menggunakan istilah-istilah asing yang kurang tepat seperti denudasional, koluvial. Kemudian banyak kalimat yang tidak baku karena tidak koheren dengan kalimat yang lain. bahkan soal penomeran penulis melakukan kesalahan dengan memberikan penomeran yang sama. Dalam point pembahasan terdapat 6 point tapi ada dua point dengan nomer 5 yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s