Mengenal Super Heroes Indonesia


Judul:Hidden Heroes
Penulis: Arif Koes
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Februari 2012
Halaman: x + 238 halaman
Peresensi: Muhammad Khotim
Entah fenomena apa yang tejadi di negara ini? semua perbincangan dimasyarakat di dominasi melulu soal koruptor, mafia hukum , mafia pajak, tawuran, kekerasan, dll. Pembicaran cenderung negative itu seolah-olah memperlihatkan kondisi negara yang kacau dan Negara gagal. Negara yang hanya diisi persoalan-persoalan negatif. Lalu apakah memang benar demikian? Ataukah itu cuman sebagian orang iseng-iseng karena mendapat sorotan media seolah merepresentasikan kondisi Indonesia secara keseluruhan?
Saya yakin mayoritas masyarakat Indonesia akan menjawab “tidak!”. Kenyataan itulah yang ingin disampaikan dalam buku “Hidden Herois: Para Pahlawan Sunyi Dengan Tindak Nyata.” Buku yang berisi kumpulan cerita nyata orang yang luar biasa di Indonesia. Buku diinspirasi dari acara yang dilaksanakan oleh Kick Andy yang bertemakan “Kick Andy Heroes.” Sebuah acara pemberian penghargaan bagi orang-orang yang mempunyai dedikasi tinggi kepada soal kemanusiaan dan lingkungannya.
Buku ini berisi 7 kisah orang yang yang luar biasa dalam soal kemanusiaan. Masing-masing cerita disajikan dengan runtut, bahasa yang sederhana, dan gaya bercerita. Bagaimana mereka mengawali perjuangan sampai kemudian menuai keberhasilan. Bagaimana mereka menghadapi kepahitan dalam perjuangan sampai pada kepuasan dalam keberhasilan. Bahasa yang digunakan sederhana sebagaimana bahasa percakapan sehari-hari. Sehingga setiap orang yang membacanya bisa merasakan dan memperankan tokoh itu sendiri. Pembaca juga akan diuji daya empati terhadap perjuangan si tokoh.
Manusia-Manusia Super
Mari menyelami cerita-cerita dalam buku ini. Cerita pertama misalbya, diberi judul “Semangat Baja Manusia Goa” tokoh utamanya adalah “Pepeng.” Pepeng dikenal sebagai orang sukses sebagai presenter TV terutama lewat acara kuis “Jari-jari” yang ditayangkan di RCTI. Namun pada tahun 2005 terjadi sebuah peristiwa yang aneh. Pepeng mengalami mati rasa pada bagian kakinya yang oleh dokter disebut sebagai MS (Multiple Sclerosis). Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat sehingga mengganggu otak dan sumsum tulang belakang. Walaupun demikian, tengah sakit yang belum sembuh, pepeng harus selamanya dikursi roda tidak menghalangi pepeng melakukan aksi kepedulian sosial. Justru pepeng semakin termotivasi. Dengan semangat baja pepeng berusaha membangun sistem dalam rangka membuat jaringan untuk mengumpulkan warisan atau nilai-nilai lokal (Local Wisdom). Bahkan pepeng berusaha membantu mengembangkan kemandirian disuatu desa. Gerakan sosial ini dilakukan untuk mengurangi ketimpangan sosial antara kota dan desa. Pepeng faham betul fenomena yang sedang terjadi di Indonesia terutama soal modernisasi yang memarginalkan masyarakat lokal. untuk itu Pepeng aktif melakukan seminar dan acara di TV.
Tidak kalah heroik seperti Pepeng, pemuda ini menunjukkan sebuah spirit kebersamaan yang luar biasa. Rasa ingin berbagi yang sangat tinggi. Mengadu nasib dengan pergi ke Jakarta pada awalnya hanya ingin kuliah justru Andi harus membantu kakaknya bekerja. Cukup memprihatinkan penghasilan dari bekerja ternyata tidak cukup untuk makan satu hari. Bahkan Andi harus mengamen demi tambahan pendapatan. Di tengah keterbatasan yang menyesakkan, keingian melanjutkan studi tetap terasa. Di tengah persoalan yang pelik tersebut justru Andi berhasil survive. Andi bahkan mampu mendirikan sebuah sanggar untuk anak jalanan. Sambil kuliah Andi aktiv membina anak jalan dengan berbagai macam binaan. Salah satunya adalah membentuk group nasyid. Inilah menjadi titik awal Andi menjalani kehidupan baru sebagai pejuang sosial. Dari hari ke hari hingga sekarang Andi berhasil menjalankan dengan baik. Anak-anak penghuni sanggar dari hari kehari semakin bertambha.
“Siapa bilang orang dengan ketidak sempurnaan fisik tidak bisa melakukan hal melebihi orang yang fisiknya sempurna” kalimat inilah yang mungkin tepat untuk seorang Priska. Putri yang luar biasa dengan tekad baja ingin berjuang mengangkat kehidupan orang-orang sesamanya yang kurang beruntunng agar tidak mengalami penindasan dan diskriminasi. Niat dan keinginan yang mulia tersebut priska berjuang memberikan perlindungan kepada orang-orang yang kurang beruntung baik secara fisik maupun strata sosial. Priska mendirikan SOL (school of lives) sebagai rumah bagi orang-orang kurang beruntung baik secara ekonomi maupun sosial. luar biasanya, Priska berusaha mandiri tanpa berusaha bergantung kepada institusi ataupun lembaga LSM demi menjalankan kegiatan sosialnya ini.
Lain Priska lain juga Paris. Tak disangka ketika kejadian kecil dan tidak terduga ketika duduk di bawah pohon Mahoni sambil menunggu penumpang becaknya paris dari biji mahoni yang jatuh di depannya. Biji Mahoni tersebut menginspirasi paris untuk menanamnya kembali. lama kelamaan Paris memulai melakukannya secara rutin sampai akhirnya paris berfikir untuk melakukan pembudayaan. Hobi paris semakin lama semakin menjanjikan secara ekonomis. Sampai pada akhirnya paris menjadi sukses. Tidak hanya sukses secara pribadi, tapi membawa kesuksesan bagi masyarakat Indonesia terutama dalam bidang konservasi hutan. Paris telah berhasil membangun Bank Pohon dan telah menyuplai jutaan pohon untuk ditanam di seluruh Indonesia.
Wajahnya masih sangat segar dan terlihat cantik. Semangatnya luar biasa. Walaupun di tengah usia 70-an Ibu Lies Koesbiono tetap aktif mengelola Yayasan GR (gembira Loka) Siswa Terpadu. Disebuah garasi dengan ukuran 8X4 terpampang berbagai macam foto penghuni. Mulai dari foto mereka ketika manggung, mendapatkan penghargaan, sampai ketika mereka ketemu dengan tokoh-tokoh penting. Mereka ini adalah orang-orang dengan disability. Dengan setia Bu Lies membina mereka dan mengajari mereka. Tercatat sampai sekarang yayasan GR menampung 100 orang difabel dengan 10 guru. Mereka ini adalah orang-orang yang luar biasa walaupun dengan ketidaksempurnaan fisik.
Buku ini ditutup dengan cerita seorang wanita yang sunggu-sungguh soal nasib ibu dan anak. maksudnya ibu-ibu yang dalam proses melahirkan. walaupun bukan orang Indonesia asli Robin Lim akhirnya memutuskan untuk tinggal di Indonesia dan rela melukukan kerja sosial menolong ibu-ibu melahirkan. Keputusan Robin untuk mengabdikan diri menolong ibu melahirkan tidak lepas dari pengalamannya sehari-hari. Misalnya, Pengalaman yang paling memilukan adalah ketika salah satu saudaranya tidak mendapat pertolongan bidan atau dokter ketika proses melahirkan sehingga harus berakhir dengan kematian. Untuk itulah robin lim meyakinkan dalam hatinya untuk melakukan kerja sosial menolong ibu melahirkan. Bagi Lim setiap bayi yang lahir merupakan cahaya baru yang turun ke dunia.
Cerita-cerita yang dipaparkan di atas memperlihatkan sosok-sosok cahaya yang sangat terang di Indonesia. Mereka adalah manusia dengan dedikasi dan hati nurani yang ikhlas ingin menolong sesama. Semangat berbagi kepada sesama karena kita adalah sama-sama manusia makhluk ciptaan Tuhan. Dari buku ini kita melihat bagaimana Indonesia di huni manusia-manusia yang mempunyai rasa kebersamaan dan berbagi berbeda sama sekali seperti yang sering kita lihat di layar TV maupun koran. Selamat membaca dan jadilah anda seperti salah satu dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s