Lebih Dini Belajar Politik di Kampus

kompas, 28 Februari 2012. Bulan Desember 2011 UGM sangat sibuk karena mempunyai beberapa agenda. kesibukan ini tidak hanya terjadi pada rana birokrasi kampus tapi juga ditingkatan mahasiswa UGM. Semisal bulan Desember ini UGM harus mulai menyusun anggaran untuk tahun depan (anggaran 2012) Karena sesuai dengan peraturan Desember merupakan tahun tutup buku. Selain itu, Masa aktif anggota Majlis Wali Amanat (MWA) akab berakhir bulan Desember sehingga harus diadakan pemilihan anggota MWA baru. Pembentukan MWA harus segera dilakukan karena UGM akan segera melakukan pemilihan rektor baru. Pada rana yang lain, Desember merupakan bulan kelahiran UGM tepatnya tanggal 19 desember 1945. Bulan itu juga menstasbihkan UGM sebagai universitas pertama di Indonesia yang didirikan oleh bangsa Indonesia pascakemerdekaan. Untuk memperingatinya diadakan seminar nasional, sepeda santai, dan pertunjukan wayang.
Pada tingkatan mahasiswa kesibukan itu tidak lain adalah masa suksesi kegiatan intrakampus, baik itu UKM (unit kegiatan mahasiswa), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Dewan Perwakilan Fakultas (DPF), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pada UKM suksesi tidak terlalu menyita perhatian karena memang secara kuantitas tidak melibatkan seluruh mahasiswa jadi hanya terbatas pada anggota. Jadi masing-masing UKM mengadakan suksesi sebatas rapat terbatas. Berbeda dengan DPM, DPF, dan BEM. Suksesi mereka bersifat massal karena melibatkan seluruh mahasiswa UGM.
Dulunya organisasi ini bernama senat mahasiswa tapi semenjak era reformasi struktur organisasi mahasiswa dirubah menjadi DPM, DPF, dan BEM. Perubahan ini tidak lain karena semangat uforia reformasi. Akibat dari perubahan ini tentunya ada perubahan juga dalam sistem pemilihan menyesuaikan dengan semangat demokrasi. Misalnya, semangat demokrasi “pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat” konsekuensinya anggota DPM, DPF, dan BEM harus dipilih langsung oleh mahasiswa. Semangat itu diatur dalam AD/ART KM UGM kemudian pelaksanaannya diatur dalam UU pemira No. 1, 2. Dan 3.
Seperti sistem pemerintaan negara Indonesia maka di UGM-pun hampir sama menggunakan sistem partai dalam pemilihan anggota DPM, sedangkan Presiden BEM bisa dicalonkan dari partai atau independent. Presiden BEM dipilih secara langsung juga oleh mahasiswa. Untuk anggota DPF diajukan melalui fakultas. Tujuannya adalah selain mengusung semangat reformasi juga diharapkan terjadi peningkatan partisipasi mahasiswa dalam pendidikan berdemokrasi melalui persaingan sehat antar partai dalam menarik konstituennya.
Tahun ini tercatat ada 8 partai, Partai Bunderan, Partai Macan Kampus, Partai Kampus Biru, Partai Sayang Mama, Partai FLP, Partai Srikandi, Partai Balairung, Partai Boluvard. Sedangkan untuk presiden ada lima yaitu, Giovani Van Empel, Aufa Taqiya, Azizah Amalia, Ahmad Mujahid Arrozy, Ivan Gunadharma. Disamping itu sesuai amanat UU Pemira maka dibentuk KPRM, Banwasra, Mahkamah sebagapi pelaksana sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing.
“Melaksanakan pesta demokrasi kampus bukanlah hal yang mudah. Tekanan fisik dan mental benar-benar teruji seperti, bagaimana kita melakukan verifikasi partai, calon DPM, dan calon presiden BEM. Kami harus bekerja ekstra padahal kami harus membagi waktu untuk kuliah, tapi ini merupakan bagian dari proses belajar. Kalau gak sekarang kapan lagi?” ujar Arif ketua KPRM sekaligus mahasiswa FK UGM.
“Ini merupakan miniature dari pesta demokrasi nasional sehingga seperti merasakan betul belajar berpolitik. Kita harus kampanye, membuat jargon, membuat baliho, dan yang paling penting adalah melakukan lobi-lobi dengan peserta pemira yang lain” ujar Mohammad Firaz ketua Partai Macan Kampus.
Kerja keras itu pun akhirnya terbayar lunas dengan terlaksananya pemira tahun 2011 dengan lancar walaupun dengan beberapa beberapa kekurangan. Waktu sebulan bukanlah waktu yang lama karena memang agenda pemira sangat-sangat padat. Kita harus membagi waktu tanggal 5-10 verifikasi partai, pendaftaran calon, tanggal 10-18 desember waktu kampanye, debat, tanggal 19-20 desember hari tenang, 21-23 pemilihan, 23 perhitungan, 27 desember sampai penetapan hasil. Akhirnya pemira UGM tahun ini ditetapkan dengan hasil sebagai berikut, untuk pemilihan presiden, Giovani Van Empel mahasiswa Kedokteran memenangkan pemilihan dengan suara 4741, disusul Aufa Taqiya 3888, Aziza Amalia 1201, Ahmad Mujahid Arrozy 442, Ivan Gunadharma 355, sedankkan untuk partai urutan pertama Partai Bunderan dengan suara 3267, dususul Partai Macan Kampus:1901, Partai Kampus Biru:1429, Partai Sayang Mama:1144, Partai FLP:857, Partai Srikandi:628, Partai Balairung:628, Partai Boluvard:416.
Pentingnya pendidikan kepemimpinan
Kegiatan ekstra seperti ini merupakan bagian penting dalam proses kegiatan akademik. Bukan karena untuk meningkatkan nilai kuliah tapi bagaimana membentuk watak atau jiwa leadership mahasiswa. Karena karakter kepemimpinan juga mengambil presentasi dalam menentukan kesuksesan seorang mahasiswa. Sudah banyak kita temukan mahasiswa dengan nilai tinggi tapi terkadang tidak diterima dikorporasi karena memang tidak punya karakter leadership.
Pesta demokrasi kampus sesungguhnya bisa kita jadikan instrument melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa. Di sini politik kampus jangan kita maknai sebagai politik praktis tapi sebagai pendidikan politik yang berhubungan dengan leadership. Demokrasi mengajarkan kita bersikap egaliter, kebebasan, persamaan, dan persahabatan sebagaimana semangat Revolusi Perancis. kalau mau menggali lebih dalam dalam karakter bangsa Indonesia adalah gotong royong dan kekeluargaan.
Hal ini sungguh sangat relevan dengan dinamika kampus yang konon katanya mengalami degradasi moral. Sehingga departemen pendidikan harus berkoar-koar mensosialisasikan pendidikan karakter yang sesungguhnya adalah pendidikan kepemimpinan. Sehingga organ-organ ekstra kampus UKM, DPM, DPF, dan BEM adalah instrument instrument penting yang harus dijaga dan dilestarikan.
Jika di suatu kampus terjadi penurunan minat mahasiswa dalam oraganisasi maka patut dipertanyakan. Faktanya kegiatan perkuliahan tidak cukup menjadi bekal mahasiswa untuk mencapai kesuksesan. IQ hanya 20% menentukan kesuksesan seseorang, sisanya ditentukan oleh EQ dan SQ yang itu dikembangkan melalui kagiatan-kegiatan ekstra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s