Menjawab Keraguan Public

Judul: Indonesia: Habis Gelap Terbitlah Terang
Editor: Ishadi S.K.
Penerbit: B First
Cetak: 2011
Halaman: xvii+206
Keberhasilan sebuah organisasi atau sebuah perusahaan besar tidak hanya tergantung pada Sumber Daya Modal yang dimiliki tapi justru yang sangat dibutuhkan adalah sosok Pemimpin atau Menajer yang visioner. Terkadang modal yang besar tidak bisa dikelola dengan baik karena terganjal pemimpin yang tidak cakap dan kreatif. Ujung-ujungnya adalah kerugian atau bahkan kehancuran sebuah organisasi atau perusahaan. Tidak sedikit organisasi atau perusahan kecil karena memiliki pemimpin yang berkarakter kuat, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi berkembang sebuah organisasi atau perusahaan yang besar dan maju.
Hadrinya buku “habis gelap terbitlah terang” mengambil sepak terjang sosok dahlan iskan dalam mengurusi PLN ingin membuktikan hal itu, bahwa keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh pemimpin yang tepat, tahu permasalahan dan tahu bagaimana solusinya. Tahu bagaimana menciptakan iklim perusahaan yang sehat sehingga bisa meningkatkan kinerja karyawan.
Buku ini memang tidak di buat dengan melakukan wawancara langsung dengan dahlan iskan, tapi melalui berbagai macam koleganya, baik yang pernah langsung kontak dengan Dahlan Iskan maupun mereka yang hanya kontak lewat ruang public. Tetapi bukankah yang bisa menilai diri kita baik atu buruk adalah orang lain bukan diri kita sendiri. Maka saya kira disitulah nilai lebih buku ini.
Yang Penting Bukti
Wacana pengangkatan dahlan iskan menjadi direktur PLN sepertinya memperoleh perhatian public terutama karyawan PLN dan pengusaha. Bagiamana mungkin mantan pengusaha surat kabar tiba-tiba diangkat menjadi direktur utama PLN, sebuah perusahan BUMN terbesar kedua dengan berbagai macam permasalahan PLN. Karyawan tentunya ragu apakah dahlan iskan bisa memimpin mereka, sedangkan bagi pengusaha muncul keraguan karena latar belakang beliau sebagai pengusaha Koran.
Dahlan sendiri tidak banyak menanggapi berbagai macam kritik yang ada. Sepertinya dia pasang telinga lebar-lebar mendengar semua kritik tapi juga juga memasang telinga tebal. Seperti yang dikemukakan oleh temannya ishadi S.K. dalam tulisan pembuka “semenjak wacana pengangkatannya sampai pelantikannya banyak orang yang meragukan pak dahlan, serikat karyawan PLN melakukan unjuk rasa, memasang berbagai macam poster menolak kehadiran dahlan iskan. Mereka mengangap kehadiran dahlan sikan adalah blunder.”
Setelah selesai pelantikannya yand disambut unjuk rasa karyawan PLN pak Dahlan menyempatkan diri melihat poster yang dipasang oleh para karyawan. Menanggapi hal itu, dengan gaya khasnya pak dahlan iskan langsung mengajak para karyawan dan direksi duduk bersama dan membicarakan masalah-masalah yang mereka keluhkan terhadapnya. Akhirnya para karyawan mulai menerima kehadiran pak dahlan.
Dari berbagai macam tulisan yang ada setidaknya beberapa point yang patut kita ketahui tentang sosok dahlan iskan. Pertama, sosok yang sederhana dan percaya diri. Kesederhanaannya ia tunjukkan dengan gaya pakaian yang penting rapi dengan sapatu kednya. Jarang sekali pak dahlan memakai pakaian lengkap ala direktur dengan jas, justru lebih banyak dengan baju dengan lengan dilipat keatas.
Kedua, sosok yang tidak banyak bicara tapi banyak aksi. Ketika pertama kali menjabat sebagai direktur pak dahlan menyatakan dalam rapat bahwa rapat paling lama 2 jam setelah itu banyak ngobrol ngalor ngidul untuk itu rapat gak usah lama-lama. Maka pak dahlan selalu rapat tepat waktu dan tidak mentolelir keterlambatan. Pernah suatu kali melakukan kunjungan pak dahlan membuat rapat dadakan dan rapat itu dilaksanakan dilapangan setelah melakukan joging.
Ketiga, sosok yang cepat dan kreatif. Setelah menjabat menjadi direktur pak dahlan langsung mengadakan rapat dengan direksi. Pak dahlan melakukan evaluasi termasuk soal pemdaman listrik bergilir, kerugian PLN akibat menggunakan BBM sebagai bahan bakar pembangki listrik. Yang lebih spektakuler adalah mengadakan “gerakan sehari sejuta sambungan.” Ide-ide kreatifnya selain memperluas jaringan PLN juga memperbaiki citra PLN.
Keempat, sosok yang berani. Ketika pak dahlan melakukan penghapusan subsidi listrik bagi perusahan-perusahan, pak dahlan sempat dikritik habis-habisan terutama oleh pak sofjan wanandi ketua APINDO. Namun pak dahlan tetap teguh dengan prisipnya. Baginya subsidi bagi perusahan-perusahan adalah tidak perlu, perusahaan tidak boleh dimanjakan.
Kelima, teladan yang baik. Pada awalnya mungkin pak dahlan dipandang sebelah mata, tapi dengan yakin dan kerja keras pak dahlan membuktikannya. Perubahan yang beliau lakukan didalam perusahan PLN telah menjadikan beliau sangat disegani dan dihormati. Keputusan tidak menggunakan fasilitas kantor, berangkat kerja setiap jam 6 pagi adalah salah satu yang beliau contohkan.
Buku ini patut kita amini. Memberikan cara pandang yang berbeda dalam menilai seseorang. Bagaimana mungkin pak dahlan bisa diangakat menjadi directur PLN padahal masih banyak orang-orang lulusan perguruan tinggi yang lebih tahu PLN sedangkan beliau adalah pengusaha Koran. Silakan menikmati dan semoga bisa menjadi inspirasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s