Seperti Katak Keluar dari Tempurung

Dulu Siapa yang tahu bahwa selain dunia kita sendiri (lingkungan tempat kita tinggal) ternyata di luar sana masih ada dunia yang lebih luas lagi. Ketika kita lahir, pertama kalu yang kita kenal adalah keluarga, sedikit lebih besar adalah masyarakat, lebih besar lagi adalah negara, lebih besar lagi adalah dunia. Bahkan kita tidak bisa membayangkan bahwa jauh disana, dunia yang lain masih ada kehidupan atau peradaban.

Sejak kecil yang saya tahu adalah keluargaku, desaku, dan kabupatenku. Ditambah sedikit pengetahuan dari buku pelajaran aku mengenal Indonesia. Pada waktu kecil saya belum pernah membayangkan tentang negara lain. imajinasi saya masih belum sampai untuk kesana, tapi saya mengenal beberapa negara tapi itu hanya sebatas dari buku-buku.

3 tahun saya habiskan menempuh pendidikan kanak-kanak, 6 tahun pendidikan dasar, dan 3 tahun pendidikan SMP. Sebagai orang desa yang secara fasilitas sarana dan prasarana kalah jauh dari orang kota. Apalagi lagi fasilitas computer dan Internet?. Ketika SD pengetahuan saya dapat dari pelajaran, interaksi langsung dengan lingkungan. Keseharian mencari rumput untuk makan ternak. bahkan teknologi yang paling maju adalah TV dan Radio. Orang yang mempunyai HP bisa dihitung dengan jari. Tidak jauh berbeda dengan SD, di SMP pengetahuan saya hanya sebatas dari pelajaran dan lingkungan. Tapi setidaknya saya sudah mengenal mesin tik yang begitu bersejarah.

Di desa saya, orang yang mempunyai computer hanya satu orang. Untuk fasilitas internet tidak ada sama sekali. Saya hanya bisa belajar dari buku-buku itupun buku pelajaran, IPS, IPA, Matematika, dll. pengetahuan kami tentang dunia luar hanya sebatas cerita dan buku.
3 tahun di SMA saya mulai kenal dengan Komputer dan Internet. Perkenalan saya dengan internet dan computer tidak lain karena keberanian saya memutuskan untuk sekolah dikota tepatnya kota jombang. Di beberapa SMA yang terletak di kota fasilitas seperti computer dan internet telah menjadi kebutuhan. Inipun menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Di sana saya mulai mengena warnet (warung internet), mengenal game online, dan beberapa tawaran menarik dari ekses penggunaan internet.

Perjumpaan saya lebih intens dengan internet adalah waktu kuliah sampai sekarang. Internet bukan lagi sebatas keperluan telah menjadi kebutuhan.

Lompatan Besar

Perjumpaan saya dengan internet membuat hidup saya XLangkah lebih maju. Saya telah berhasil membuat lompatan-lompatan besar dalam hidup saya. Bayangkan saja saya sebagai SDM produk desa yang pada awalnya hanya tahu sawah dan sekolah berhasil melangkah dan melakukan lompatan sampai jenjang kuliah. Ketika teman-teman saya pada kosentrasi pada dunia kerja saya XLangkah lebih maju berani berinvestasi dijalur pendidikan tinggi. Saya mencatat beberapa lompatan besar dalam hidup disebabkan karena saya mengenal Internet.

Pertama, saya memandang dunia lebih optimis. Sebagai orang desa yang tertanam dalam otak saya adalah jiwa rendah diri ketika memandang dunia luar. Saya tidak lebih pandai dengan orang kota. Konsekuensinya secara tidak langsung dalam diri saya telah menanamkan jiwa buruh. Tapi semua itu berubah, melalui internet saya bisa mengetahui tulisan orang tentang ramalan masa akan datang, peluang kerja, dan banyak lagi.

Kedua, dunia tidak sesempit yang saya bayangkan. Sadarkah kita bahwa selain lingkungan tempat tinggal kita masih ada orang lain di luar sana?. Ternyata di belahan dunia lain masih banyak pusat-pusat kehidupan dan peradaban. Internet telah berhasil memangkas jarak dan waktu yang memisahkan satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Dengan Internet saya mampu berkomunikasi dengan relasi saya dari luar kota, kabupaten, provinsi bahkan dunia. Jaringan saya tidak lagi sebatas dia temanku sekantor, dia temanku sebangku kuliah, dia tetanggaku.

Ketiga, kemudahan mengakses Informasi. Jika selama ini informasi kita dapat melalui lisan dan tulisan maka cakupan informasi yang kita dapat sangat terbatas. Tapi ketika saya mengenal Internet saya XLangkah lebih maju ketimbang teman saya yang tidak menggunakan internet. Saya mampu mengakses beasiswa melalui internet (sekarang ini saya penerima beasiswa DEPAG). Saya mampu mengakses informasi pelajaran. Saya mempu mengakses lowongan pekerjaan. Semua informasi sekarang bisa saya akses dengan mudah dimanapun dan kapanpun.

Mungkin masih banyak lagi manfaat Internet yang membuat saya XLangkah lebih maju ketimbang tidak mengenal internet. Kenyataannya sekarang, saya berhasil kuliah di UGM melalui jalur beasiswa yang infonya saya dapat dari internet, berhasil mendapatkan uang melalui tulisan saya lewat internet, berhasil membangun jaringan pertemanan juga melalui internet. Saya mengibaratkan pepatah “katak berhasil keluar dari tempurung” orang desa karena mengenal internet berhasil melakukan lompatan-lompatan besar dalam hidupnya. Kapan anda akan mengikuti jejak saya?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s