Tuhan Masih sayang Indonesia

Dalam ajaran agama saya islam diajarkan bahwa Tuhan itu Rahman dan Rahim. Bahkan saking Rahimnya Tuhan memberikan keringanan terhadap kewajiban beribadah. Misalnya, kalau kita sakit, apalagi sampai tidak bisa berdiri maka kita boleh sahalat sambil duduk. Bahkan kalau kita ketiduran sehingga meniggalkan kewajiban shalat maka kita tidak berdosa tapi wajib mengkodo. Bahkan sifat rohman dan Rahimnya Allah sampai menjamin segala hidup kita.

Dari situ saya belajar bahwa Tuhan tidak akan pernah menimpahkan hal buruk buruk kepada kita. Tuhanselalu memberi yang terbaik kepada kita. Bahkan kalau banyak da’I kondang mencontohkan hewan melatah pun sudah dijamin rizkinya.

Tapi kit juga harus menggaris bawahi bahwa Tuhan seperti dalang dalam dalam sebuah pewayangan, dalang sudah menentukan cerita, menentukan lakon, dan menentukan setting. Jadi seluruh subtansi dalam cerita itu sudah ditentukan oleh dalang. Begitupun Tuhan sudah menentukan semua takdir manusia mulai dari Rahim ibu sampai kedalam tanah.

Tapi dalam Tuhan lebih kreatif. Kasih sayang yang dicurahkan kepada kita bisa sangat berseni. Ingat bahwa Tuhantidak pernah menghendaki hambanya kesusahan. Jadi kalau ada hamba yang kesusahan bukan berarti Tuhanbenci atau tidak sayang kepadanya. Inilah yang disebut sebagai selalu khusnudzon kepada Allah.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Saudaraku yang ada dimentawai, di wasior, dan sleman, magelang. Musibah yang diberika Tuhankepada kalian bukan karena Tuhan Marah. Marilah kita khusnudzon bahwa Tuhan itu sayang. Mungkin diri kitalah yang salah. Sehingga Tuhan dengan masih berbelas kasih hanya memberikan gempa bumi, banjir bandang, dan letusan gunung merapi bukandengan menggulung bumi. Apa jadinya jika Tuhan menggulung bumi. Maka kita semua tidak mungkin masih bercakap, bercerita, dan bahkan salign berbagi sengan dan duka.

Mariah saudarakau kita berbesar hati ternyata dibalik kebaikan kita ada hal kecil yang membuat atau menyinggung Tuhan. Masihkah kita melihat dalam ibadah kita ada riyak. Diharta kikta ada riba’ ataukah didalam hidup kita banyak kesirikan yang bercampur dengan kebaikan. Ingat saudaraku kebaikan tidak bisa menyatu dengan keburukan. Tapi kebaikan bisa membersikan keburukan. Tidak mungkin air kencing kita gunakan untuk mensucikan baju.

Betapa sayangnya Tuhan kepada kita. Masih ingatkah ketika saudarakau bagaimana kasih sayang ibu. Ketika kita salah ibu dengan tegas menegur kita. Mungkin caranya ada yang berbeda. ada yang agak keras, keras, dan halus. Tergantung watak dan lingkungan saudaraku. Masih ingatkah ketika saudarakau dalam kadaan susah bagaimana ibu saduara selalu menghibur dan mendukung saudara. Kalau saudara mengingat itu maka pasti saudara sadar bagaimana kasih sayang dan sifat rohman dan rohimnya Allah kepada Kita. Gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan letusan gunung merapi itu hanya teguran Allah kepada kita karena saking sayangnya Allah kepada kita, saking sayangnya Allah yang tidak mau hambanya terlena dalam kemaksiatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s