Hidup Kita Milik Tuhan

Dalam ajaran agama sudah dijelaskan bahwa hidup manusia sudah dicatat dalam buku catatan besar lauful mahfudz. Di situ takdir manusia dari lahir sampai meninggal sudah tertulis. Yang namanya rizki, umur, dan jodoh sudah tertulis. Tapi Tuhan sungguh adil dan pemurah. Karena tidak memperlihatkan kepada kita. Apa jadinya kalau kita mengetahui takdir kita? Mungkin orang yang di takdirkan kaya akan merasa sombong atau sebaliknya atau juga yang ditakdirkan miskin akan merasa rendah, sedih dan bahkan berfikir tidak pantas hidup lagi.
Hikmah yang bisa kita petik dari ajaran ini ada 2. Pertama, dengan diperlihatkan bahwa nasib kita sudah ditakdirkan menunjukkan bahwa ada kuasa Tuhan di dalam kehiduapan manusia. Bukankah sejak dulu manusia mempertanyakan keberadaan dirinya. Dimulai dari para filsafat Yunani yang bahwa manusia berasal dari air dikarenakan air merupakan element penting dalam kehidupan di alam, kemudian berlanjut menjadi udara, tanah, dan api.
Begitu seterusnya bagaimana manusia mempertanyakan eksistensi dan asal dari dirinya. Sampai akhirnya seorang Darwin mengemukakan yang namanya teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia sejatinya bentuk evolusi dari kera. Toeri-teori ini tidak salah, karena itu merupakan hasil dari kodrat manusia yang diberi akal. Dengan akal manusia senantiasa berfikir tidak diam dan membisu. Kemudian ajaran agam datang dan memberikan petunjuk bahwa sejatinya manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Disamping makhluk ciptaan lain seperti tumbuhan dan hewan.
Kita percaya awal manusia merupakan hasil dari kreasi Tuhan yang maha segala-galanya. Kalau dalam ajaran Islam kita mengenal bahwa manusia pertama adalah Adam. Yang Tuhan ciptakan untuk menghuni surga sebagai pengganti makhluk sebelumnya yaitu Bahuljan. Karena sering berperang dan menumpahkan darah maka Tuhan memusnahkannya. Disamping itu Tuhan juga menciptakan iblis dan malaikat.
Ketika Tuhan menciptakan manusia. Dimana Tuhan sebagai penguasa segala-galanya, Maka Tuhan telah mencatat segala sesuatunya. Termasuk hukum alam. Nasib Adam yang tidak beruntung terjerumus ke dalam kemaksiatan juga merupakan takdir Tuhan. Bahkan diturunkannya adam kedunia tidak lain karena memang Tuhan sudah mempunyai scenario seperti itu. Jadi dengan menetapkan takdir manusia Allah telah menunjukkan kekuasaannya dan menujukkan betapah lemahnya manusia.
Kedua, dengan memperlihatkan bahwa seluruh hidup kita sudah ditakdirkan oleh Allah berarti hidup kita sudah dijamin oleh Tuhan. Jadi kita tidak perlu khawatir kalau kita hidup di dunia akan terlantar. Kita tidak usah takut kalau kita tidak makan dan tidak minum. Allah adalah pengasih dan penyanyang. Jadi takdir Allah pasti baik untuk hambanya. Tinggalah kita berikhtiar, kalau hasil yang diperoleh itu buruk belum tentu itu buruk. Buruk bagi anda tapi bagi Allah itu baik, dan seharusnya bagi anda itu juga baik.
Ikhtiar adalah langkah pasti bahwa kita sebagai makhluk disuruh untuk senantiasa berusaha, berdoa dan bertawakal. Sungguh kalau saja Allah memperlihatkan takdir kita tidak adalah yang namanya ikhtiar, doa, dan tawakal. Malah jadi kita akan berdiam, merenung, bahkan menggantungkan nasib. untuk itu seharusnya kita bisa mengambil banyak pelajaran terhadap hidup. Hidup ini adalah anugerah bukan hanya pemberian tanpa tujuan.
Bencana merupakan salah satu bagian dari takdir Allah. Bolehlah kita menganggap bencana itu musibah, ujian, peringatan tapi yang lebih penting kita beranggapan itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Mungkin kita salah, mungkin kita sombong, mungkin kita khilaf, sehingga agar kita tidak larut dalam kesalahan-kesalahan itu Allah dengan sayangnya memperingatkan kita. Terimakasih ALLAH, selalu ingatkan kami!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s