Dibalik Kontroversial Gus Dur

Namanya lengkapnya adalah K.H. Abdurrahman Wahid atau sering kita panggil Gus Dur. Namun sebenarnya Nama asli beliau waktu kecil sebagaimana yang diberikan oleh bapak dan Ibunya adalah Abdurrahman Addakhil yang berarti penakluk. namun seiring perjalan waktu nama beliau lebih dikenal dengan Abdurrahman Wahid. Mungkin ini merujuk pada nama Ayah beliau Wahid hasyim.

Dari faktor biologis belaiu memang istemewa, karena beliau merupakan keturunan dari ulama besar KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Bisri Syamsuri. Dua tokoh tersebut merupakan ulama besar pada waktu itu. KH. Hasyim Asy’ari merupakan pengasuh Pondok pesantren tebu Ireng dan pernah mengeluarkan naskah “Resolusi Jihad” untuk mendukung perlawanan terhadap penjajah yang kemudian kita kenal sebagai peristiwa 10 November.

Sedangkan kakek beliau KH. Bisri Syamsuri merupakan pengasuh pondok pesantren Denanyar. Beliau merupakan ayah kandung dari ibu Nyai Solichah ibu Gus Dur. Tebuireng dan Denanyar merupakan pondok yang besar dan terkenal di Jombang selain Tambak Beras yang diasuh oleh KH. Wahab Hasbullah. Jadi secara biologis beliau merupakan keturunan dari  kiyai sepuh yang dihormati dan disegani oleh ulama seluruh Indonesia.

Tidak heran jika kemudian Gus Dur dikarunia kemapuan berfikir melebihi orang lain. Secara intelektual Gus Dur tidak kalah dengan para intelektual dunia. Pandangannya yang tajam mengenai pruralisme, kemanusiaan dan HAM telah banyak menjadi bahan pembicaraan para akademisi. Bahkan beliau mendapatkan penghargaan dari beberapa universitas dalam hal perdamaian. Secara keilmuan agamapun Gus Dur tidak kalah dengan para kiyai yang lain. Bahkan Gus Dur sungguh dihormati dan menjadi panutan oleh para kiyai. Terbukti beliau pernah menjabat sebagai ketua PB NU selama beberapa periode.

Dari semua itu, tidak lengkap sekirinya kita tidak membecirakan Gus Dur sebagi sosok yang controversial. Masih ingatkah ketika Gus Dur keluar dari istana president dengan memakai celana pendek, tidak setuju dengan UU pornografi, bahkan ditengah masyarakat menentang jamaah ahmadiya Gus Dur siap membela jama’ah ahmadiyah. Bagi kita yang pengagum dan penggemar Gus Dur pasti akan heran dan bertanya-tanya? Apa yang sebenarnya di pikirkan Gus Dur? begitu berani mengelurkan statement yang berlawan dengan mainstream?

Paling tidak ada sebuah pelajaran yang mau beliau ajarkan kepada kita. Pertama, sebagai bangsa yang heterogen kita sering terjebak oleh perbedaan baik secara budaya maupun agama. Perbedaan yang seharusnya menjadi nilai lebih itu malah menjebak kita dalam pusaran konflik. masih ingatkah tentang sampit, ambon, Maluku, bahkan peristiwa mbah priok. Bukti nyata bagimana kita msih belum bisa menerima perbedaan.

Seharsunys semboyan “bhineka tunggal ika” bukan hanya sebuah warisan yang diabadikan dengan ucapan tapi sebuah nilai yang wajib kita tanamakan dan dilaksanakan. Karena semboyan tersebut muncul untuk menyatukan dan mengakomodasi keberagaman. Itulah sebenarnya nilai yang patut kita petik dari pertanyaan gus dur. beliau berhara suapaya kita bisa menerima perbedaan dengan befikir jernih bukan dengan kekerasaan. Bukankah sejak dulu nenek moyang kita sudah hidup dalam keberagamaan.

Kedua, bukankah dalam falsafah bangsa tercantum sebuah pasal yang menjamin kehidupan yang demokratis. Artinya, Negara menjamin semua warga Negara bebas beraktifitas selama tidak bertentangan dengan nilai dan aturan Negara dan tidak membahayakan persatuan bangsa. Namaun faktanya kebebasan itu Cuma sebuah ucapan yang tidak terealisasikan dalam sebuah perbuatan. Bahkan yang terlihat adalah semakin berkuasanya kaum mayoritas terhadap kaum minoritas. Jika memang bebas seperti yang tersurat maka seharsunya tidak ada yang namanya penghapusan terhadap jama’ah ahmdiyah.

Memang bangsa ini masih terjebak dalam sebuah lingkaran kepentingan. Ketika mau melaksanakan yang benar ternyata bertentangan dengan pihak yang berkepentingan. Maka yang seharusnya di bela justru malah ditindas.

Bukan berarti saya terlalu fanatic dengan Gus Dur, tapi sebagai pengagum beliau saya selalu mengambil hikmah dari apa yang beliau samapaikan. Karena saya yakin bahwa Gus Dur seorang guru banga yang sangat nasionalis melebihi kita semua, bahkan melebihi presiden, politkus, dan para elite yang sok tahu.

Semoga kita menjadi bangsa sebagaimana yang dicita-citakan Gus Dur. bangsa yang kaya melebihi Negara-negara lain di dunia. Kaya akan nilai keberagamannya, kemanusiaannya, kekeluragaanya, dan kebersamaannya.

2 thoughts on “Dibalik Kontroversial Gus Dur”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s