Merajut Mimpi Meraih Cita (Novel Negeri 5 Menara)

“emak mempunyai cita-cita seandainya emak mempunyai seorang anak laki-laki maka dia nanti harus menjadi sosok pemimpin agama, pejuang agama, penegak kebaikan dan memerangi kemungkiran, layaknya beliau Buya Hamkah.” Kata-kata itulah yang keluar dari seorang ibu, kata  bijaksana dan do’a terhadap anak. Sungguh sebuah ironi, disatu sisi ibu mempunyai ekspektasi yang mulia tapi menjadi pisau tajam yang mengiris hati alif sebagai seorang anak. Yang ingin terbang bebas menggapai cita-cita yang tinggi sebagaimana impian alif ingin menjadi pak Habibi selanjutnya.

Sedikit kutipan novel di atas merupakan salah bagian bagaimana novel negri lima menara. Sebuah awal perjuangan yang mengajak kita untuk melihat salah satu fase perjalanan hidup alif fikri. Sebuah Novel yang diangkat dari pengalaman pribadi. Apalagi cerita tersebut menampilkan perjuangan, keteguhan, mimpi, dan keyakinan untuk menggapai cita-cita. ketika dalam keterbatasan, keraguan, dan keputus asaan sebuah mimpi datang dan memberi pelita untuk untuk kembali kejalan yang benar yaitu untuk mencapai kesuksesan. Hal-hal itu akan menjadi puing-puing nilai yang akan tersusun utuh, embun yang akan menyejukkan, dan air pneghilang dahaga. Sebuah niai inspirasi.

Menempuh pendidikan formal sebagai salah satu lulusan S-1 UNPAD jurunsan Hubungan Internasional. Kemudian melanjutkan Profesi sebagai wartawan KOMPAS.

Keputusan untuk menjadi wartawan karena memang sejak dipondok pesantrean beliau aktif di majalah kampus Syam. Setelah menjadi wartwan beliau melanjutkan studi ke Amerika. Melihat sejarah perjuangan pendidikannya memang luar bisa, dikatakan begitu karena setelah lulus SMP beliau tidak melanjutkan ke sekolah umum atau SMA/SMK. Karena beliau sempat berlabuh dulu di sebuah pondok pesantren di jawa timur.  Sehabis itu beliau harus menempuh ujian persamaan, dikarenakan tidak mempunyai ijazah formal. Karena untuk menempu pendidikan diperguruan tinggi beliau harus mempunyai ijazah. Sedangkan dipondok pesantren beliau ijazah tidak diberikan sebagai bukti kelulusan.

Menariknya adalah pengalaman beliau selama dipondok pesantrean memberikan banyak inspirasi, termasuk beliau wujudkan dalam novel negeri lima menara. Ini merupakan salah satu dedikasi beliau untuk menyumbang gagasan dan idea terutama untuk anak muda Indonesia. Sebuah inspirasi dan motivasi untuk tidak penah berhenti bermimpi.

Dalam buku yang kurang lebih tebalnya 430 halaman ini beliau menceritakan secara detail proses perjalan hidup beliau. Tidak mudah ketika harus menceritakan perjalan hidup yang kurang lebih 5 tahunan. Lima tahun yang sungguh berarti, lima tahun yang menjadi bahtera pengalaman menempah diri. Tapi dengan detail beliau mampu menysusn pengalaman-pengalaman tersebut, mimilih dan memilah sendi-sendi pengalaman yang menginspirasi.

Salah satu bagian yang menarik adalah ketika dalam keyakinan untuk menempuh pendidikan formal SMA yang dicita-citakannya setelah tamat Madrasah Tsanawiya (setingkat SMP) harus berhadapan langsung dengan keingan emak yang bertolak belakang. Sebuah cita-cita menempuh pendidikan SMA Negri. Salah satu SMA favorit di daerah maninjau. Sebuah SMA yang dicita-citakan oleh semua orang.

Disinilah salah satu bagian kisah hidup alif diputuskan. Keputusan yang nantinya akan akan menjadi bahtera kemana alif akan berlayar. Dengan penuh rasa ragu dan emosi alif memutuskan untuk meninggalkan kampong halamannya. Menuju salah satu lembaga pendidikan nonformal di Jawa Timur, dipelosok desa yang dikenal dengan pesantren.  Menarik untuk dibaca dan direnungkan karena sangat relevan dengan realitas bagi seorang pemuda terutama orang tua ketika akan menentukan pilihan lembaga pendidikan yang akan dipilih. Dan pasti setiap orang akan mengalami ini. Tapi mungkin ada yang tidak perlu lama dan njelimet ketika menentukan, tapi ada juga yang rumit.

Sebuah pepatah mengatakan bahwa untuk menilai baik buruknya seseorang maka lihatlah dulu temannya. Sangat beruntung ketika dipondok pesantren alif mempunyai teman-teman yang baik. Sebuah Keluarga baru yang kemudian mereka namakan Sohibul menara. Dalam persahabatan itu banyak hal unik yang dapat diambil pelajaran. Lima sahabat, dengan hobi yang berbeda, kemampuan yang berbeda, asal yang berbeda. Tapi di dalam keberbedaan itu semua mereka bisa menjadi satu, dan menjadi kekuatan untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Dalam islam ada salah satu ungkapan yang sering kita dengar, yaitu “ man jaddah wajjadah” yang berarti siapa yang sungguh-sungguh pasti akan berhasil. Dalam konsep tersebut kita diajarkan untuk senatiasa bersungguh dalam hal apapun. Karena dengan bersungguh-sungguh pasti hasil yang akan kita capai akan makasimal. Itulah nilai yang berusaha dilestariakn dalam novel ini. Dengan detail diceritakan bagaimana ketika alif dalam menghadapi berbagai macam masalah dan kesulitan pasti dia selalu ingat dengan kata-kata ketua tersebtu. Sebuah kata yang sering diwejangkan oleh kepala Rais. Prisnip itulah yang kemudian menemani laif dalam perjalanan hidupnya.

Sisi lain yang perlu untuk digali bagi kita yang belum pernah belajara dipondok pesantren adalah  kita akan diajak untuk membayangkan hidupdipondok pesantren. Selama ini banyak dikalangan masyarakat yang memandang bahwa kehidupan pondok pesantren itu kumuh dan kotor, bahkan isu yang paling hangat adalah pondok pesantren dicap sebagai produk teroris. Tapi dengan membaca novel ini pembaca akan tahu bahwa cap yang melekat itu semua hanyalah gossip omongan yang tidak benar. Karena bagaimana beliau menggambarkan kedisiplinan, kebersihan, dan keamanan pondok menjadi prioritas. Bahakan penegakan hukuman tidak pandang bulu. Semua yang melanggar akan dihukuk sesuai dengan peraturan. Seharsunya ini menjadi pelajaran untuk para penegak hukum kita yang masih brobrok.

Tapi jangan heran ketika pembaaca membaca novel ini mungkin akan terasa seperti membaca buku harian. Karena memang dalam novel ini yang diceritakan adalah tentang perjalanan hidup beliau ketika beliau tinggal di pondok pesantren gotor. Dengan waktu yang lama sangat sulit untuk bisa menceritakan semuanyasecara keseluruhan. Dan itu akan mejadi salah satu kesulitan untuk menemukan cara untuk bisa menceritakan semuanya.

Ya memang hidup adalah sebuah pertarungan dan perjuangan. Dengan modal kesungguhan dan keyakinan mengarungi rimba kehidupan yang penuh dengan misteri. Paling tidak dengan tekad alif dan keyakinannya memberikan kita inspirasi untuk menjalani hidup, menjadikan hidup kita lebih berarti dan bernakna tidak hanya sekedar hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s