Menegakkan Keadilan Menyemai Perdamain

Pernakah kita berfikir kenapa para penunjuk rasa rela berpanas-panasan, berjalan puluhan kilometer, bahkan terkadang mereka samapi rela bentrok dengan aparat keamanan. Membahayakan nyawa mereka sendiri. padahal jika mereka mati belum tentu tuntutan mereka terpenuhi, siapa yang mengurusi istri dan anak mereka?

Refleksi diatas menggambarkan bagaimana manusia ketika dalam kondisi terdesak, yaitu dimana hak-hak mereka terlangar atau tidak terpenuhi maka mereka dengan sejadi-jadinya akan melakukan hal-hal yang terkadang tidak rasional. Tindakan rasioanl berari tindakan secara akal tidak bisa diterima.

Sangat relevan bila kita melihat kondisi bangsa ini. Sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 233 juta jiwa. Dengan kekayaan ragam budaya. Namun dengan kekayaan tersebut kalau salah urus bisa menjadi boomerang. Yang tadinya kekayaan bangsa menjadi disintegrasi bangsa. Hal itulah yang patut diperhatikan. Seharunya kita bisa belajar dari bangsa-bangsa lain yang telah berhasil memanfaatkan kekayaan ragam budaya sebagai modal pembangunan.

Namun sebagaimana kekuatiran kita ketika kita melakukan salah urus maka yang terjadi justru sebaliknya. Terkadang kita miris melihat bagaimana Konflik seolah menjadi hiasan berita media massa. Ironisnya lagi konflik itu melibatkan anak bangsa sendiri. masih ingatkonflik yang terjadi di riau, sampit, poso.

Perlu kiranya kita mengamati kenapa dengan begitu mudahnya masyarakat kita terjebak dalam koflik. Padahal dalam kehiduapn bernegara sudah jelas hukum yang berlaku. Hukum-hukum itu menakup tata interaksi dengan sesame, dengan intitusi dan lembaga. Tujuannya adalah menciptakan kehidupan yang dami dan toleransi. Kalau melihat  sejarah kita kenal yang namanya slogan bhineka tunggal ika, yang secara bahasa artinya berbeda-beda tapi satu jua, yaitu Indoesia. Apa mungkin semboayan itu sudah tidak berlaku lagi? Semoga tidak.

Tapi yang pasti adalah Negara punya kewajiban menjamin hak rakyat. Negara sebagai sebuah institusi yang paling berkuasa yang mempunyai kewajiban menata dan menjamin rakyat hidup sejahtera. Fungsi itu harus terlaksana tidak hanya dalam tataran UU semata tapi juga dalam pelaksanaan. Sebagaimana teori yang dikemukakan J.J. Rosseseuw, bahwa Negara merupakan hasil dari kontrak social. Artinya bahwa naegara merupakan bentukan hasil kompromi masyarakt untuk mencipatakan sebuah Negara untuk menjamin dan melindungi hak-hak masyarakat.

Perlu adanya keberanian mengakui apakah selama ini penerapan kebijakan sudah mengakomodasi hak-hak rakyat kecil. Bisa jadi bahwa konflik tersebut merupakan hasil dari investasi dari ketidak adilan yang dilakukan oleh Negara. Ketidakadilan itu bisa berwujud pada tidak tegaknya hukum. Kebijakan dalam pendidikan yang tidak pro rakyat kecil. Petani yang selalu dirugikan.

Tidak hanya itu, harus ada pendekataan untuk menela’ah bahwa sejatinya konflik tidak hanya sebagai hal negatif, tapi dibalik itu ada hal-hal hal positif. Dalam teori koflik social dijelaskan bahwa konflik mengandung dua kabar. Pertama konflik membawa kabar gembira. Membawa kabar gembira mengandung arti dengan adanya konflik maka bisa menjadi alat perubahan social. Artiya konflik akan selalu membawa perubahan, dilanjutkan masing-masing phak akan melakaukan rekonsiliasi. Kedua, konflik membawa kabar buruk. Artinya konflik bisa juga mencapai titik yang paling buruk. Ketika pihak-pihak sudah mencapai titik buntu koflik bisater wujud dalam bentuk kerusuhan yang besar dan dalam jangka panjang konflik akan terus berlanjut.

Sudah saatnya Negara memunihi kewajibannya terhadap rakyat. Memetingkan kepentingan rakyat. Kuncinya adalah bahwa ketika dalam kondisi dimana rakyat sudah terpenuhi hak-haknya maka tidak mungkin kerusuhan terjadi. Walaupun ada maka sangat mudah untuk menemukan penyebabnya dan memulihakan terhadap kondisi damai.

Ketikaa keadilan sudah terwujud, kesejahteraan rakyat kecil terpenuhi maka rakyat tidak akan melakukan hal-hal yang aneh yang bisa merusak intregrasi bangs. Apalagi konflik dengan sesamanya. Sekali lagi sudah waktunya Negara menegakkan keadilan untuk menebar kedamaian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s