Mengungkap Rahasia kepemimpinan Gus Dur-Gus Miek


Judul : Leader Secret Of Gus Dur-Gus Miek
Penulis: M.N. Ibad
Penerbit: Pustaka Pesantren
Cetakan: I, November 2010
Tebal: 218 halaman
Dalam bahasa Indonesia pemimpin sering di kaitkan dengan kepala, penuntun, panutan, raja, dan orang-orang tua. Sebutan-sebutan tersebut disesuaikan dengan konteks masing-masing dan menghasilkan makna dan tafsiran yang berbeda.

Merujuk pada definisi yang yang diambil dari kata dasarnya Pemimpin adalah suatu lakon atau peran tertentu dalam sebuah sistem. Seseorang akan diakui sebagai pemimpin berdasarkan kesepakatan atau adat yang berlaku dalam masyarakat. Atau kerana kharisme yang dimiliki oleh seseorang.
Seiring dengan berjalannya waktu. Sosok pemimpin telah mengalami reduksi, baik dari segi fungsi, makna, dan proses. Hal ini terjadi karena relasi dalam perekrutan atau regenerasi sosok pemimpin dan proses telah berubah. System legal formal menjadikan sosok pemimpin bisa diperebutkan siapapun, terlepas dia adalah orang baik atau buruk. Siapapun yang punya modal bisa jadi pemimpin?

Namun jika kita membaca buku leadership secrets of gus dur – gus miek kita akan diajak menggali makna dan proses perekrutan pemimpin dalam konteks local. M. N. Ibad mencoba mendobrak system kepemimpinan yang berdasarkan system formal legal. Uniknya analisis yang di kemukakan tidak berdasarkan studi literature tapi justru bersadarkan penelitian dan pengalaman yang didapat dari dua sosok tokoh yang tidak diragukan namanya dimata ummat dan rakyat Indonesia. Gus dur dengan segala kekurangan dan kelebihannya dikenal sebagai tokoh guru bangsa sedangkan gus miek sosok kiyai yang bisa keluar dari image yang eksklusif yang mampuh menarik jutaan pengikut lewat jama’ah jantiko mantap dan dizkrul ghofilin.

Untuk menjadi pemimpin tidak hanya cukup dengan kecerdasaan. Banyak diantara kita yang terjebak dalam definisi pemimpin yang bersifat formal. Karena kita akui manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adakalanya manusia sangat cerdas dengan IQ tinggi tapi tidak hebat dalam mengorganiser begitupun sebaliknya.

Gus dur yang merupakan cucu dari tokoh besar K.H. Hasyim Asyaari dan anak dari K.H. Wahid Hasyim tidak mudah menjadi sosok pemimpin yang dihormati teman dan disegani lawan. walaupun secara nasab dan kemampuan yang beliau miliki tidak otomatis beliau menjadi pemimpin. Begitupun dengan gus miek. Secara nasab beliau merupakan anak kyai besar. namun justru tidak membuat beliau naik keatas mejadi pimpinan pondok, bahkan beliau sering bertentangan dengan pendapat ayahnya sendiri. Bahkan tidak jarang beliau melakukan hal-hal aneh bagi seorang santri. Namun diluar semua keanehan tersebut beliu berhasil membangun jama’ah yang tersebar diseluruh nusantara.

Pemimpin Segala Zaman

titik-titik perjalanan gus dur dan gus miek dijelaskan dengan runtut dalam buku ini. Kisah-kisah dan langkah-langkah belaiu termasuk yang paling controversial dijelaskan dengan gamblang tanpa ada tendensi apapun. Dari beberpa tulisan dalam buku ini dapat diambil beberapa point yang menjadi keberhasilan gus dur dan gus miek menjadi pemimpin yang disegani.

Pertama, seorang pemimpin adalah orang yang mempunyai semangat juang dan keyakinan yang tinggi. Sebagaimana diperlihatkan oleh kedua tokoh ini. Gus miek sejak kecil berani berdebat dengan ayahnya demi mempertahankan pendapatnya, bahkan beliau sautu kali berani melakukan perjalanan kaki untuk berziarah dengan jaraj yang jauh. Gus dur sejak kecil senang sekali dengan kegiatan membaca, bahkan semenjak tinggal di jogja beliau sudah menghatamkan bacaan-bacaan marx.

Kedua, seorang pemimpin adalah mereka yang bisa bersikap adil terhadap siapapun. seorang pemimpin harus mampuh menjadi teladan bagi siapapun. menjadi pelindung siapapun tanpa membeda-bedakan ras atau golongan atau bahkan kelas. Gus dur kita kenal sebagai tokoh yang memperjuangkan pruralitas. Menghormati kaum minoritas dan menentang kaum mayoritas yang sewenang-wenang. Gus miek dalam berdakwah tidak membeda-bedakan itu orang kaya atau miskin, orang baik atau buruk. Bagi gus miek mereka adalah sama, maka harus dirangkul bersama-sama.

Ketiga, seorang pemimpin adalah mereka yang mampu mengambil keputusan demi kebaikan semuanya. Tidak jarang kita menemukan pemimpin dalam mengambil keputusan diombang-ambingkan oleh berbagai kepentingan. Akibtanya keputusan yang diambil justru menguntungkan golongan tertentu. Namun apa yang diperlihtakan oleh gus dur dan gus miek berbalik seratus persen. Keputusan terbaik tidak selalau diperoleh dengan jalan musyarawah. Adakalanya otoriter menjadi jalan terbaik.

Tidak heran kenapa kemudian gus dur terkdang sering mengeluarkan pernyataan yang kontrofersial. Namun justru karena kontroversialnya itu gus dur dikenal dimata masyarakat. Gus miek pun begitu. Ketika dihadapkan pada persoalan mengenai keselamatan jamaahnya beliau berani menentang arus dengan mendukung golkar demi keselamatan dan kesejahteraan pengikutnya.

Memang terlalu sederhana menggambarkan sosok gus dur dang us miek dalam buku ini. Tapi beberapa beberapa tulisan sudah cukup memberikan deskripsi dan analisis menjadi pemimpin yang baik. bisa dibilang buku ini menjadi bahan acuan belajar menjadi pemimpin terlepas profesi anda. Yang paling penting adalah pribadi pemimpin yang berkarakter.

About these ads

One thought on “Mengungkap Rahasia kepemimpinan Gus Dur-Gus Miek”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s