pemikiran habermas

-          Rasionalitas dan kebebasan

Hebermas membagi rasionalitas menjadi 2 macam: rasionalitas sasaran dan rasionalitas komunikatif. Rasioanl sasaran juga bisa kita sebut sebagai rasionalitas tindakan instrumental. Artinya, tindakan yang bertujuan mencapai sasaran, baik di alam melalui pekerjaan ataupun dari dalam diri sendiri, yaitu melalui perubahan sikap orang lain, melalui tindakan strategis. Kedua, rasionalitas komunikatif didasarkan pada sebuah tindakan komunikatif, yaitu sebuah tindakan akan tercapai apabila dua subjek yang terlibat saling memahami diantara satu dengan yang lain. namun dalam hal ini masih ada perdebatan. Yaitu ketika suatu tindakan komunikatif akan tercapai apabila uda belah pihak mempunyai positif yang sederajat. Apkah memang seperti itu?

Selanjutnya habermas berpendapat bahwa rasionalitas terwujud melalui bahasa, untuk itu dia kembali melakukan studi tentang bahasa. Dari situ dai mematakan dari hasil belakar bahasa menjadi tiga pertanyaan. Pertama, apa hubungannnya rasionalitas dengan bahasa? Kedua bagaimana masing-masing orang belajar untuk bisa berkomunikasi? Ketiga bagaiaman rasionalitas social social berkembang?

Pertanyaan pertama habermas berargument bahwa, rasionalitas itu terwujud dalam struktur bahasa itu sendiri. dengan sederhana habermas menjelaskan bahwa ketika kita msuk dalam sebuah pembicaraan maka kita akan mengajukan empat pembicaraan jelas, benar, jujur, dan betul. Jelas karena apa yang saya katakan sesuai dengan apa yang ingin saya ungkapkan. Benar karena apa yang saya katakana sesuai dengan apa yang saya maksud. Jujur berarti saya tidak bohong. Betul karena apa yang asaya katakana adalah wajar .

Pertanyaan kedua, bagaimana kita memperoleh kompetensi komunikasi? Hebermas menjelaskan bahwa manias belajar komunikasi melalui empat wilayah pengalamannya dan proses belajar itu berlangsung  terus menerus. Pertama tentang alam luar. Manusia akan mengatakan apa yang sesuai dengannya, misalnya tentang masyarakat, maka manusia akan mengatakan tentang masyarakat yang seharusnya dan wajar. Kedua, tentang alam batinnya,manusia akan mengatakan yang benar dan jujur sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya. Selanjutnya manusia akan selalu berdialog dengan empat pertanyaan diatas.

Ketiga, bagaimana rasionalitas social berkembang? Dengan bertolak dari padangan marx tentang materialism historis, habermas memulai penjelasanna. Dia merivisi pedapat marx bahwa perkembangan manusia disebabkan oleh alat-alat produksi. Habermas menjelaskan bahwa pada dasarnya perubahan social melalui proses belajar melalui dua dimensi, yaitu kognitif-teknis dan moral komunikatif. Kognitif-teknis mempengaruhi pola interaksi sedangkan moral komunikatif berperan dalam perkembangan institusi masyarakat.

-          Pengetahuan dan kepentingan

Habermas memiliki sebuah pemikiran mengenai pengetahuan dan kepentingan. Habermas setuju dengan adorno bahwa dia molak pengetahuan bebas dari kepentingan. Melainkan factor kepentingan yang mendorong munculnya pengetahuan. Namun habermas tidak menrima penjelasan yang sederhana seperti itu. Dai berpadangan bahwa tidak selalau pengetahuna memenuhi kepentingan kalangan atas. manusia mengetahui karena memang mempunyai kepentingan akan pengetahuan. Karena itu ilmu pengetahuan muncul murni dari dalam oleh kepentingan.

Habermas membagi hubungan antara ilmu pengetahuan dan kepentingan menjadi tiga kategori. Pertama, ilmu-ilmu empiris analitis. Didorong oleh kepentingan teknis, kepentingan untuk memanfaatkan apa yang diketahui. Kedua, ilmu-ilmu historis hermeneutis, diarahkan oleh kepentingan praktis, kepentingan untuk memahami makna. Ketiga, ilmu-ilmu kritis, didorong oleh kepentingan emansipatoris, kepentingan untuk membebaskan. Contoh, filsafat, psikoanalisis.

Tiga kepentinga di atas dalam istilah habermas disebut kuasi transcendental karena tidak termasuk empiris karena masuk tanpa disadari. Tiga kepentingan diatas juga sejajar dengan tiga medan kehidupan manusia: alam, masyarakat, dan kekuasaan.

-          Patologi modernitas

Sebelum melangkah pada pembahasan patologi modernitas, habermas mengajak kita memahami tentang dunia kehidupan dan sistem. Yang dimaksud dengan dunia kehidupan adalah cakrawala kepercayaan latarbelakang intersubjektif dimana didalamnya setiap proses komunikasi selalu sudah tertanam. Setiap orang berkomuikasi dalam sebuah dunia kehidupan. artinya bahwa dia hidup dalam sebuah dunia yang bermakna, dimiliki bersama oleh komunitasnya, yang terdiri atas pandangan dunia, keyakinan-kayakinan moral, nilai-nilai bersama. Segenap komunikatif mengacu pada dunia kehidupan itu. Rasionalitas kehidupan adalah rasionalitas komunikatif. Setiap orang menjadi dewasa dengan semakin terintegrasi kedalam dunia kehiduap masyarakatnya. Itulah yang dimaksud habermas dengan integrasi social.

Namun, manusia tidak hanya hidup dalan sebuah rasionalitas kehidupan atau rasionalitas komunikatif tapii juga terdiri sistem. Yang dimaksud sistem adalah tatanan nilai atau intitusi yang menata kehidupan masyarakat. Apa fungsi sitem? Habermas menjelaskan bahwa sistem berfugsi untuk meringkan beban komunikasi. Sederhanya, kompleksitas kehidupan yang terus berjalan dan selalu dikomunikasikan akan lebih efektif ketika ada sistem yang mengatur. Jadi setiap permasalahan tidak perlu selalu didiskusikan tapi sistem aka membuat pemecahan masalah lebih mudah dan efesien.

modernitas memiliki dua cirri, pertama: terbentuknya dua subsistem yang semakintidak terkuasai dan semakin mengkolonisasikan dunia kehidupan. dua subsistem tersebut adalah subsistem ekonomi pasar dan subsistem administrasi. Dua subsistem ini semakin merasuk kedalam dunia kehidupan sehingga menggeser rasionalitas komunikatif dengfan rasionalitas sasaran. Dengan singkat habermas mengatakan bahwa tindakan masyarakat beralih kepada tindakan yang lebih memetingkan kepentingan ekonomi dan menyesuaikan dengan peraturan-peraturan pemerintah.

Kedua, bahwa sikap terhadap alam,moralitas, dan seni tidak lagi menyatu melainkan menjadi wilayah-wilayah yang terpisah sama sekali dengan yang lain dengan rasionalitasnya masing-masing. habermas memberikan uraian mengenai “rasionalitas modernitas berpancaran tiga”.

Yang dimaksud pancaran tiga adalah: bagaimana mencapai pengetahuan tentang alam dan dunia, bagaimana saya menjalankan hidup yang baik dan adil, dan bagaimana saya mengekspresikan diri dalam moralitas dan ekspresi otentik. Tiga wilayah tersebut kemudian menjadi dikuasai oleh para ahli, sehingga yang mempunyai legalitas dan kapabilitas adalah hanya sebagian orang. Ketika tiga wilayah tersebut dikuasai orang tertentu ditakutkan rentan sekali terpengaruh oleh subsistem-subsistem tadi.

Kesimpulannya bahwa patologi modernitas bukan muncul dengan sendirinya tapi manusia semakin mensistemasikan dunia kehidupan untuk semakin efektif dan mudah.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s